Terbukti di Medan Pertempuran ! Seberapa Mengerikan Drone Bayraktar TB2 ?
Bayraktar TB2,
| Drone Bayrakhtar TB-2 |
mungkin, bisa dibilang adalah drone dengan nama paling bersinar saat ini
Walaupun dari segi teknologi,
daya jangkau dan pengalaman tempur
masih jauh dibawah drone tempur Amerika semisal MQ-9 Reaper,
tetapi, Bayraktar memiliki tempat tersendiri
mengingat bukan buatan negara adidaya yang terkenal memiliki sejarah panjang industri pertahanan.
Di Turki Sendiri, sebenarnya ada beberapa drone yang memiliki spek dan kemampuan diatas Bayraktar
diantaranya Anka dan Akinci
Tetapi, Bayraktar telah banyak digunakan di berbagai medan pertempuran.
Dalam video ini, kita akan membahas pesawat nir awak atau drone Bayraktar TB2.
Bayraktar TB2 dibuat oleh perusahaan Baykar
Setelah pengalaman dengan prototipe UAV taktis yakni Baykar Caldiran atau Bayraktar TB1
Presidensi Industri Pertahanan Turki,
meminta Baykar untuk mengembangkan Drone tempur taktis baru berdasar Bayraktar TB1.
Maka, lahirlah Bayraktar TB2
yang berhasil terbang perdana pada bulan Agustus tahun 2014.
Nama Bayraktar diambil dari nama keluarga sosok kunci dalam pengembangan drone ini
yakni Selçuk Bayraktar.
Dia adalah lulusan teknik elektro di Universitas ternama Turki,
kemudian melanjutkan S2 di University of Pensylvania
dan mengambil S3 di MIT
Sekarang, Selçuk Bayraktar menjadi menantu presiden Erdogan.
Selcuk Bayraktar, adalah salah satu anak dari Ozdemir Bayraktar
yang mendirikan perusahaan Baykar
Nama Baykar merupakan akronim dari Bayraktar Kardeşler yang berarti Bayraktar Bersaudara.
Sedangkan TB2 adalah singkatan dari Taktik Blok 2 (Tactical Block 2)
Ini karena Bayraktar TB2 oleh Turki diklasifikasikan sebagai drone taktis
Hal ini untuk membedakan dengan UAV turki lainnya yang lebih besar
yakni TAI Anka buatan Turkish Aerospace Industries.
Bayraktar TB2 awalnya menggunakan beberapa komponen impor
misalnya mesin Rotax 912 buatan Austria
Sensor Inframerah buatan Wescam Canada atau Hendsoldt Jerman
dan bomb rack buatan Inggris.
Setelah mengetahui bahwa komponen-komponen itu digunakan dalam drone militer
perusahaan-perusahaan produsen itu menghentikan penjualan komponen tersebut ke Turki.
Akhirnya, Turki mengganti komponen-komponen tersebut
dengan komponen buatan dalam negeri Turki Sendiri.
Misalnya, mesin diganti dengan mesin PD170
buatan Tusas Engine Industry
dan sensor inframerah diganti dengan CATS FLIR buatan Aselsan.
Dengan demikian, kini sebagaian besar komponen Bayraktar TB2 adalah buatan dalam negeri Turki.
Bayraktar TB2 telah digunakan di berbagai medan pertempuran.
Diantaranya di perbatasan Turki, Libya, Suriah, Ethiopia, Nagorno-Karabakh dan yang terbaru Ukraina.
Di Turki, Bayraktar sukses digunakan dalam operasi militer melawan kelompok militan Kurdi
Tahun 2018,
serangan drone bayraktar berhasil menewaskan salah satu pemimpin senior kurdi yakni Ismail Ozden.
Di Libya, Bayraktar TB2 digunakan oleh pemerintah interim libya bentukan PBB yang juga didukung Turki
untuk melawan Libyan National Army yang didukung Russia, Perancis dan beberapa negara lain.
Bayraktar TB2 berhasil menghancurkan target-target penting milik Libyan National Army.
Bayraktar TB2 menggunakan desain bentuk blended wing body,
yakni menyatu antara sayap dengan bodi pesawat
Bagian ekornya menggunakan desain huruf V terbalik
Struktur body ini bersifat modular
Bagian utama berupa badan, sayap dan ekor bisa dilepas.
Ukuran panjang pesawat nir awak ini adalah 6,5 meter dengan rentang sayap 12 meter.
Bobot kosong drone ini 420 kg
Dengan bahan bakar dan persenjataan penuh,
Bayraktar bisa lepas landas dengan bobot maksimal 700 kg.
Bayraktar TB 2 menggunakan mesin bensin berdaya 105 hp.
Dengan kapasitas bahan bakar 300 liter, drone ini mampu terbang selama 27 jam nonstop.
Dengan durasi terbang ini,
Bayraktar TB2 dapat diklasifikasikan sebagai drone MALE atau Medium Altitude Long Endurance.
Ketinggian terbang maksimumnya adalah 8,2 km
Sedangkan ketinggian normal operasional adalah 5.500 meter atau 5,5 km.
Kecepatan jelajahnya sekitar 130 km/jam
sedangkan untuk kecepatan maksimum, bisa dipacu hingga 220 km/jam.
Dengan ketinggian medium dan kecepatan yang relatif rendah,
sebenarnya drone ini rawan terhadap tembakan rudal anti pesawat.
Tetapi, disisi lain, bayraktar memiliki keunggulan yang membuatnya sulit untuk ditembak jatuh
Ukuran yang relatif kecil dengan permukaan berbahan komposit,
membuatnya sulit untuk dideteksi radar
RCS atau radar cross section Bayraktar relatif kecil.
Selain itu, mesin yang relatif kecil tidak menghasilkan panas yang terlalu besar
sehingga sulit untuk ditembak dengan rudal pencari panas.
Namun, demikian, bukan berarti bayraktar sama sekali tidak bisa ditembak
Dalam penggunaannya di Kurdi, Suriah dan Libya, banyak juga drone bayraktar yang berhasil ditembak jatuh.
Pada bulan maret 2020,
meskipun serangan turki mampu menghancurkan 73 kendaraan tempur Suriah,
tetapi, sistem pertahanan udara Suriah yang dibantu Russia
berhasil menembak jatuh 7 drone Bayraktar.
Di Libya, dari tahun 2019 hingga maret 2021,
Bayraktar TB2 berhasil menghancurkan 9 sistem pertahanan udara Pantsir-S buatan Russia.
Sebaliknya, Pantsir-S juga berhasil merontokkan 47 drone Bayraktar.
Tetapi, meskipun ditembak jatuh
keuntungan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone, adalah tidak mengalami korban jiwa
Kalau jatuh, ya sudah..
Beda halnya jika pesawat berawak yang ditembak jatuh
Pilot yang tewas atau tertangkap, akan memberikan dampak psikologis yang besar.
Drone Bayraktar TB2 dikendalikan melalui stasiun pengendali Darat
atau Ground Control Station, disingkat GCS
Ground Control Station ini diawaki oleh tiga orang,
yaitu Komandan Misi, Pilot dan Payload Operator.
Komunikasi antara drone dengan Stasiun Pengendali Darat, menggunakan Line of Sight Propagation
artinya gelombang elektromagnetik sebagai pengendali drone ini
berupa garis lurus antara antena di GCS dengan drone.
Dengan sistem seperti ini,
radius jangkauan drone Bayraktar TB2 dari stasiun pengendali menjadi terbatas
Hanya berkisar 150 hingga 300 km.
Ini karena sinyal tersebut akan terhalang horison atau lengkungan bumi.
Pada jarak 150 km,
drone harus terbang minimal setinggi 1500 m agar tetap terhubung dengan stasiun pengendali
Jika terbang lebih rendah dari itu
maka sinyal akan terhalang horison sehingga koneksi akan terputus.
Namun demikian, Bayraktar TB2 dilengkapi dengan perangkat inertial navigation dan pernagkat GPS
yang memungkinkan navigasi secara otomatis jika koneksi dengan stasiun pengendali terputus.
Untuk mengatasi keterbatasan radius jangkauan ini
Baykar mengembangkan varian Bayraktar TB2S yang dilengkapi dengan sistem komunikasi via satelit
Dengan menggunakan perantaraan atau relay satelit, maka keterbatasan jarak ini bisa diatasi.
Meskipun dikendalikan oleh pilot melalui Ground Control Station,
tetapi, Bayraktar jyga dilengkapi dengan fitur autopilot
mulai dari jelajah, navigasi, hingga mampu lepas landas dan mendarat secara otomatis.
Kemampuan ini tentunya sangat tergantung dengan sensor-sensor yang melengkapi drone tersebut
Untuk memastikan sensor ini memberikan data yang akurat,
maka, bayraktar menggunakan triple redundant flight control system
Tiga input dari sensor berbeda akan melewati satu gate dengan sistem voting menghasilkan satu output
Hal ini untuk meminimalkan resiko jika ada sensor yang error.
Jika ada satu sensor yang error, maka dua lainnya akan menutup kesalahan tersebut.
Sebagai drone taktis bersenjata,
Baryarktar TB2 dilengkapi dengan 4 hardpoint
yang dapat dipasangi berbagai jenis senjata berupa rudal dan bom pintar
Senjata-senjata yang dapat dipasang pada Bayraktar adalah senjata buatan dalam negeri Turki
terutama produksi dari perusahaan Roketsan
Senjata buatan Roketsan, diantaranya adalah.
L-UMTAS singkatan dari Uzun Menzilli Tanksavar Sistemi
atau Sistem Anti Tank Jarak Jauh
ini, adalah rudal anti tank udara ke darat
Huruf L di depan, menandakan varian berpemandu laser.
Rudal berbobot 37 kg ini, memiliki jangkauan tembak hingga 8 km.
Kemudian, MAM, Mini Akıllı Mühimmat atau Smart Micro Munition
adalah munisi pintar berpemandu laser
MAM memiliki beberapa varian yaitu varian C, varian L dan T
Selanjutnya,Cirit,
adalah missil berkaliber 70 milimeter yang juga berpemandu laser
Nama cirit, adalah bahasa turki yang artinya lembing.
Ini karena misil ini berdiameter relatif kecil dan memanjang seperti lembing
Cirit dapat digunakan untuk sasaran baik kendaraan tempur maupun personil.
Selain rudal buatan Roketsan, Senjata lainnya adalah hasil pengembangan dari TÜBİTAK SAGE
TÜBİTAK atau Türkiye Bilimsel ve Teknolojik Araştırma Kurumu
adalah lembaga ilmu pengetahuan dan teknologi Turki.
Sedangkan SAGE adalah bagian yang membidangi pengembangan teknologi pertahanan
Kepanjanganya adalah Savunma Sanayii Araştırma ve Geliştirme Enstitüsü
artinya Lembaga Penelitian dan Pengembangan Industri Pertahanan.
Senjata hasil pengembangan Tubitak Sage adalah :
BOZOK, merupakan roket berpemandu laser.
Kemudian TOGAN, adalah munisi mortir kaliber 81 mm yang dijatuhkan dari udara.
KUZGUN, merupakan Modular Joint Munition
Kuzgun bisa dibilang adalah rudal jelajah namun dengan desain modular
Dengan sistem modular
antara hulu ledak, sistem kendali dan sistem pendorong dapat dipisah-pisah dan dapat ditukar
Jadi, misalnya hulu ledak, dapat diganti-ganti sesuai kebutuhan
Apakah menggunakan hululedak fragmentasi, anti armor atau termobarik.
Kuzgun dengan menggunakan pendorong turbojet, mampu mencapai jarak hingga 180 km.
Selain digunakan untuk pengintaian dan pertempuran,
Bayraktar TB 2 juga pernah digunakan dalam misi-misi non militer
diantaranya pemantauan penanggulangan kebakaran hutan di Turki.
Selain digunakan oleh Turki, Bayraktar TB2 juga telah diekspor dan digunakan beberapa negara
diantaranya Azerbaijan, Ethiopia, Libya, Maroko, Pakistan, Polandia, Qatar dan yang terbaru Ukraina.
Di Ukraina, Bayraktar TB2 mampu memberikan perlawanan yang signifikan
dan memberikan kerugian yang cukup besar bagi pasukan Russia.
Menurut beberapa sumber, Bayraktar TB2 berharga antara 1 hingga 2 juta dollar
Namun, itu adalah data lama
Pengadaan terbaru oleh Maroko dan Ukraina, harga satu unit Bayraktar TB2,
diperkirakan mencapai 5 juta dollar atau sekitar 70 milyar rupiah
Itu baru harga kosong. Dengan persenjataan penuh, harganya sekitar 10 juta dollar.
Sampai Jumpa...
SOURCE : Lycma Mil-Tech
Sekian blog kali ini mengenai Terbukti di Medan Pertempuran ! Seberapa Mengerikan Drone Bayraktar TB2 ?, apabila terdapat kesalahan mohon maaf karena saya manusia biasa yang dapat melakukan kesalahan, sekian Terimakasih telah mengunjungi blog saya .
[' ']
Komentar